Latest Entries »

Three Stars for JUVE

Niat hati ingin menonton pertandingan BigMatch Derby antara Inter Milan vs AC Milan dini hari tadi, tapi apa daya ternyata mata yang ga bisa diajak kompromi. Padahal tinggal satu jam lagi pertandingan di mulai

Tapi paginya dapat kabar menggembirakan, Milan tersungkur!!! Akhirnya Inter bisa mengalahkan Milan dengan skor 4-2, sementara di tempat lain, tepatnya di Stadion Nereo Rocco, Juventus menang atas Cagliari 2-0.
Dan itu berarti Juventus Scudetto 2011-2012!!! Padahal masih menyisakan 1 pertandingan terakhir


Dan yang lebih membanggakan, dikompetisi ini (hingga saat ini) Juventus TIDAK TERKALAHKAN.

Selamat JUVE… Terimakasih Conte…

Jam + Tas vs Helm Fullface

Siang kemarin saya sengaja mampir ke Beres Bajaj Ciaul Sukabumi, rencananya mau beli kabel kopling UG3 buat cadangan P200 saya. Tapi ternyata seperti minggu-minggu sebelumnya, stocknya masih kosong
Gak sengaja mata tertuju pada sebuah jam yg di letakkan di samping beberapa pastmoving parts yg ada di etalase.
Selidik punya selidik, ternyata itu jam buat hadiah yg beli motor Pulsar baru.
Bukan hanya jam aja coy, tapi di kasih tas juga loh
nih barbuknya

Jam Swiss Army

 


Tas merk Kane

Memang menarik sih, pembeli Pulsar baru bisa dapat barang barang itu. Tapiii…… buat saya tetap ada yang mengganjal. Yaitu helm yang diberikan bersama hadiah tadi.
Sang helm masih seperti helm-helm hadiah sebelumnya yang terkesan seadanya
masa helmnya cuma seperti ini saja?

kalau menurut saya pribadi, dari pada pihak Bajaj memberikan hadiah jam + tas yang harganya cukup lumayan, kenapa gak diganti saja dengan memberikan helm yang fullface dan lebih berkualitas? tidak perlu yg mahal mahal, cukuplah dengan menggandeng pabrikan helm seperti Gardio misalnya (bukan promosi yee… ), yang menurut saya cukup murah tapi bukan murahan dan lebih safety dari pada helm halfface itu.

poto dari mbah google
Gimana menurut teman-teman?

Sekedar share bagi yang lagi mencari accu pengganti

Beberapa accu yang bisa di gunakan di Pulsar 180/200/220 yang PNP :
- GS astra 12n9-4B-1 (9A) – 180rb

- Yuasa YB7-A (8A) – 230rb

- Yuasa YB9B (9A) – 270rb

- Vicker GM7Z-4A (9A) – 200rb

- Shiba GM7Z-4A (9A) – 200rb

- Motobatt MTX9 (MF – GEL / aki kering) (9A) – 300rb

- Asima tec GM9BS (MF – GEL / aki kering) (9A) – 240rb


GS – Asima tec – Yuasa

Diluar tipe diatas, masih ada beberapa tipe accu yang masih bisa digunakan di pulsar, tetapi membutuhkan perubahan di tempat accu.
diantaranya :
- Yuasa YTX9-BS (8Ah) – 400rb

ukurannya lebih panjang, lebih lebar namun lebih pendek dari OEM pulsar
perubahan yg di perlukan untuk di pasang di pulsar, bisa dilihat di tread Om Robert You disini

- GS astra 12N10-3B (10A) – 160 rb

Biasa di pakai di motor Vespa
Ukurannya untuk panjang dan tingginya sama dengan OEM Pulsar, hanya beda di lebarnya sekitar 2cm. jadi harus merubah besi plat pembatas depan (tempat kaitan penutup bodi samping kiri) dengan dicongkel untuk dilebarkan.
dan 1 lagi…
Kutub – dan + nya terbalik. jadi harus menarik/menambah kabel sedikit.

* Harga bisa berbeda di tiap toko yg jual

* Kalo ada tipe lain, mohon di tambahkan

Jampang Kulon Trip

Kamis, 27 Oktober 2011

Kali ini saya coba solo riding jalan2 ke jampang kulon.
seperti biasa rute yg akan dilalui sukabumi – pangleseran – lengkong – jampang kulon.
Selesai sarapan tepat jam 09.00 start menuju pom bensin terdekat buat ngasih minum wolverine

sarapannya rider


sarapannya pulsy

sepanjang perjalanan nyaris ga ada macet, paling di daerah depan terminal lebur situ saja yang agak padat, biasa… banyak angkot yg ngetem.
dipertigaan pangleseran pun tak ada kemacetan, padahal biasanya disinilah tempat yg paling rawan macet.

Pertigaan Pangleseran

Dua kilometer selepas pangleseran, tampak ada pengaspalan ulang jalan.
Semoga perbaikan kali ini bisa bertahan lebih lama, ga cepat terkikis dan berlobang seperti jalur menuju bojong lopang.

dari bojong lopang sendiri hingga ke bojong jengkol bahkan ke bojong haur bisa di bilang muyus…yus…yus… enak buat yg demen mereng mereng
nah selepas bojong haur sampai ke lengkong jalanannya kembali banyak jebakan betmen
di Lengkong sendiri aspalnya masih baru…

nah kalo dari lengkong – kiara 2 – jampang kulon sekarang jalannya udah lumayan bagusan, lumayan lah ga banyak ajrut-ajrutan kayak dulu.
Tapi trip kali ini saya sengaja tidak melewati Kiara 2, melainkan mencoba melalui jalan alternatif yaitu melalui jalan Mataram.
Di daerah Lengkong ada sebuah pertigaan besar, nah saya belok kekiri menuju jalan mataram.

pertigaannya nih, belok kekiri ye…

Belum banyak kendaraan yang lewat jalan ini, kemungkinan karena jalannya yang memang belum bagus semua. Hanya beberapa motor dan kendaraan perkebunan yang saya temui.
Mayoritas yang lewat kesini adalah para penduduk sekitar lengkong, jampang kulon dan ujung genteng yang ingin perjalannya lebih cepat dengan tidak memutar melewati Kiara 2.
Ya, ini merupakan jalan pintas dari lengkong menuju jampang kulon yang bisa memangkas jarak sekitar 12,5KM dibandingkan lewat jalan umum biasa.
sayangnya perbaikan jalan disini masih terbelengkalai, meskipun sudah ada banyak gundukan kerikil dan aspal.

Disni ane sempat istirahat dulu untuk merokok dan minum sambil ngobrol sama bapak-bapak penjual bensin eceran disitu yg sekaligus tukang tambal ban juga.
Kata sang bapak, jalanan disini hanya diperbaiki ketika menjelang lebaran saja, selepas lebaran ya di biarkan lagi dan tak lama jadi rusak lagi
Padahal view daerah sini bagus juga loh, untuk tempat istirahat pun banyak warung-warung makan/kopi di sepanjang jalan.


Cukup istirahatnya, ane lanjut lagi. setelah 20 menit riding, sampai lah di jalan besar dipertigaan depan Alun-alun Jampang Kolun.
jiah… dari sini ke tempat yg bakalan ane tuju cuma 300 meter

Istirahat sejenak n cas cis cus, terlintas hasrat untuk lanjut ke Ujung Genteng.

Namun apa dikata, langit terlihat gelap di arah utara mengarah ke selatan. Jadi males deh buat lanjut ke UG.

udah gelap langitnya

Dan ga berapa lama, memang turun hujan yang lumayan gede. Yah… belum waktunya kali buat jalan-jalan nengokin UG.

Setelah Ujan reda, saya pun bersiap untuk kembali pulang. Rute yg dilalui lewat jalan yg biasa aja (lewat  Kiara 2).  Skitar 2,5 jam perjalanan, sayapun sampe di  rumah.

Untuk Pembelajaran Bersama

Untuk Pembelajaran Bersama…

Moga-moga bermanfaat…

From: MOH. ISNAENI H., (IH)

Buat Yang Udah Nikah, Mau Nikah, Punya Niat Untuk Nikah Sebarkan kepada
orang-orang yang kalian kenal. Dan mudah-mudahan bermanfaat.

Bertengkar adalah fenomena yang sulit dihindari dalam kehidupan berumah
tangga, kalau ada seseorang berkata: “Saya tidak pernah bertengkar
dengan isteri saya!” Kemungkinannya dua, boleh jadi dia belum beristeri,
atau ia tengah berdusta. Yang jelas kita perlu menikmati saat-saat
bertengkar itu, sebagaimana lebih menikmati lagi saat-saat tidak
bertengkar. Bertengkar itu sebenarnya sebuah keadaan diskusi, hanya saja
dihantarkan dalam muatan emosi tingkat tinggi.

Kalau tahu etikanya, dalam bertengkarpun kita bisa mereguk hikmah,
betapa tidak, justru dalam pertengkaran, setiap kata yang terucap
mengandung muatan perasaan yang sangat dalam, yang mencuat dengan
desakan energi yang tinggi, pesan-pesannya terasa kental, lebih mudah
dicerna ketimbang basa-basi tanpa emosi. Tulisan ini murni non politik,
jadi tolong jangan tergesa-gesa membacanya. Bacalah dengan sabar, lalu
renungi dengan baik, setelah itu…terapkan dalam keseharian kita…….
Setuju friend’s…???

…….Suatu ketika seseorang berbincang dengan orang yang akan menjadi
teman hidupnya, dan salah satunya bertanya: “Apakah ia bersedia berbagi
masa depan dengannya, dan jawabannya tepat seperti yang diharap. Mereka
mulai membicarakan : seperti apa suasana rumah tangga ke depan.
Salah satu diantaranya adalah tentang apa yang harus dilakukan kala
mereka bertengkar. Dari beberapa perbincangan hingga waktu yang
mematangkannya, tibalah mereka pada sebuah Memorandum of Understanding,
bahwa kalaupun harus bertengkar, maka :

1. Kalau bertengkar tidak boleh berjama’ah, cukup seorang saja yang
marah-marah, yang terlambat mengirim sinyal nada tinggi harus menunggu
sampai yang satu reda. Untuk urusan marah pantang berjama’ah, seorangpun
sudah cukup membuat rumah jadi meriah. Ketika seorang marah dan saya mau
menyela, segera ia berkata “STOP” ini giliran saya!! Saya harus diam
sambil istighfar. Sambil menahan senyum saya berkata dalam hati : “kamu
makin cantik kalau marah, makin energik…”
Dan dengan diam itupun saya merasa telah beramal sholeh, telah menjadi
jalan bagi tersalurkannya luapan perasaan hati yang dikasihi… “duh
kekasih .. bicaralah terus, kalau dengan itu hatimu menjadi lega, maka
dipadang kelegaan perasaanmu itu aku menunggu ….”

Demikian juga kalau pas kena giliran saya “yang olah raga otot muka”,
saya menganggap bahwa distorsi hati, nanah dari jiwa yang tersinggung
adalah sampah, ia harus segera dibuang agar tak menebar kuman, dan saya
tidak berani marah sama siapa-siapa kecuali pada isteri saya Maka
kini giliran dia yang harus bersedia jadi keranjang sampah. pokoknya
khusus untuk marah, memang tidak harus berjama’ah, sebab ada sesuatu
yang lebih baik untuk dilakukan secara berjama’ah selain marah

2. Marahlah untuk persoalan itu saja, jangan ungkit yang telah terlibat
masa (maksudnya masa lalu kita). Siapapun kalau diungkit kesalahan masa
lalunya, pasti terpojok, sebab masa silam adalah bagian dari sejarah
dirinya yang tidak bisa ia ubah.

Siapapun tidak akan suka dinilai dengan masa lalunya. Sebab harapan
terbentang mulai hari ini hingga ke depan. Dalam bertengkar pun kita
perlu menjaga harapan dan bukan menghancurkannya. Sebab pertengkaran di
antara orang yang masih mempunyai harapan, hanyalah sebuah foreplay,
sedang pertengkaran dua hati yang patah asa,
menghancurkan peradaban cinta yang telah sedemikian mahal dibangunnya.

Kalau saya terlambat pulang dan ia marah, maka kemarahan atas
keterlambatan itu sekeras apapun kecamannya, adalah “ungkapan rindu yang
keras”. Tapi bila itu dikaitkan dengan seluruh keterlambatan saya,
minggu lalu, awal bulan kemarin dan dua bulan lalu, maka itu membuat
saya terpuruk jatuh. Bila teh yang disajinya tidak manis (saya termasuk
penimbun gula), sepedas apapun saya marah, maka itu adalah “harapan
ingin disayangi lebih tinggi”. Tapi kalau itu dihubungkan dengan
kesalahannya kemarin dan tiga hari lewat, plus tuduhan “Sudah tidak suka
lagi ya dengan saya”, maka saya telah menjepitnya dengan hari yang telah
pergi, saya menguburnya di masa lalu, ups…! saya telah membunuhnya,
membunuh cintanya.

Padahal kalau cintanya mati, saya juga yang susah… OK, marahlah tapi
untuk kesalahan semasa, saya tidak hidup di minggu lalu, dan ia pun
milik hari ini…..

3. Kalau marah jangan bawa-bawa keluarga saya dengan isteri saya terikat
baru beberapa masa, tapi saya dengan ibu dan bapak saya hampir berkali
lipat lebih panjang dari itu, demikian juga ia dan kakak serta pamannya.
Dan konsep Qur’an,
seseorang itu tidak menanggung kesalahan pihak lain (QS.53:38-40).

Saya tidak akan terpantik marah bila cuma saya yang dimarahi, tapi kalau
ibu saya diajak serta, jangan coba-coba. Begitupun dia, semenjak saya
menikahinya, saya telah belajar mengabaikan siapapun di dunia ini selain
dia, karenanya mengapa harus bawa-bawa barang lain ke kancah “awal cinta
yang panas ini”. Kata ayah saya : “Teman seribu masih kurang, musuh satu
terlalu banyak”. Memarahi orang yang mencintai saya, lebih mudah dicari
maafnya dari pada ngambek pada yang tidak mengenal hati dan diri
saya..”. Dunia sudah diambang pertempuran, tidak usah ditambah tambah
dengan memusuhi mertua!!!

4. Kalau marah jangan di depan anak-anak, anak kita adalah buah cinta
kasih, bukan buah
kemarahan dan kebencian. Dia tidak lahir lewat pertengkaran kita, karena
itu, mengapa mereka harus menonton komedi liar rumah kita. Anak yang
melihat orang tuanya bertengkar, bingung harus memihak siapa. Membela
ayah, bagaimana ibunya. Membela ibu, tapi itu ‘ kan bapak saya. Ketika
anak mendengar ayah ibunya bertengkar :

* Ibu : “Saya ini cape, saya bersihkan rumah, saya masak, dan kamu
datang main suruh begitu, emang saya ini babu ?!!!”
* Bapak : “Saya juga cape, kerja seharian, kamu minta ini dan itu dan
aku harus mencari lebih banyak untuk itu, saya datang hormatmu tak ada,
emang saya ini kuda????!!!!
* Anak : “…… Yaaa … ibu saya babu, bapak saya kuda …. terus saya ini apa?”

Kita harus berani berkata : “Hentikan pertengkaran!” ketika anak
datang, lihat mata mereka, dalam binarannya ada rindu dan kebersamaan.
Pada tawanya ada jejak kerjasama kita yang romantis, haruskah ia
mendengar kata bahasa hati kita???

5. Kalau marah jangan lebih dari satu waktu shalat, Pada setiap tahiyyat
kita berkata : “Assalaa-mu ‘alaynaa wa ‘alaa’ibaadilahissholiihiin” Ya
Allah damai atas kami, demikian juga atas hamba-hambamu yg sholeh….

Nah andai setelah salam kita cemberut lagi, setelah salam kita tatap
isteri kita dengan amarah, maka kita telah mendustai-Nya, padahal
nyawamu ditangan-Nya.

OK, marahlah sepuasnya kala senja, tapi habis maghrib harus terbukti lho
itu janji dengan Ilahi …. Marahlah habis shubuh, tapi jangan lewat waktu
dzuhur, Atau maghrib sebatas isya … Atau habis isya sebatas….??? Nnngg
.. Ah kayaknya kita sepakat kalau
habis isya sebaiknya memang tidak bertengkar …

6. Kalau kita saling mencinta, kita harus saling memaafkan, tapi yang
jelas memang begitu, selama ada cinta, bertengkar hanyalah “proses
belajar untuk mencintai lebih intens”. Ternyata ada yang masih setia
dengan kita walau telah kita maki-maki.

Ini saja, semoga bermanfa’at, “Dengan ucapan syahadat itu berarti kita
menyatakan diri untuk bersedia dibatasi”.

*Selamat tinggal kebebasan tak terbatas yang dipongahkan manusia pintar
tapi bodoh*

We Are Not A Mind Reader

We Are Not A Mind Reader
Suatu sore, saat rute terakhir menuju tempat jemputan, ternyata rantai roda sepeda motor putus. Suami lalu menelepon istri mengabari bahwa akan terlambat menjemputnya. Karena ia perlu membawa sepeda motornya ke bengkel terlebih dahulu. Disebutlah sebuah nama bengkel yang dekat dengan kejadian. Suami yang sedang di jalan, tidak leluasa bercakap lebih lama.

Istri (yang batere HPnya drop saat itu), tanpa mengkonfirmasi kembali langsung bergerak dari tempat menuju bengkel yang dimaksud suami. Meski sudah diingatkan kawan untuk konfirmasi kembali. Dia bilang tidak perlu. “SUAMI SUDAH TAU”

Entah apa yang terjadi kemudian…

Tiba-tiba suami muncul ditempat jemputan dengan tergesa-gesa menanyai seorang kawan apakah istrinya masih menunggu dia disana

Kawan yang ditanya juga kebingungan. Bukankah istrinya menyusul dia ke bengkel ? apakah mereka tidak berjumpa disana ? suami dengan wajah menyesal memberitahu kawan kalau dia tidak jadi ke bengkel tersebut.

Si istri ke bengkel yang dimaksud tidak menemui suaminya disana mulai gelisah, lalu kesal, terus marah. Kebawa rasa marah akhirnya memilih pulang sendiri. Setiba dirumah, suasana hati masih terbawa kejadian itu, saat suami sampai dirumah, besar kemungkinan akan saling menyalahkan. Terus bertengkar.

Kejadian sepele bukan ? tapi lihatlah efeknya !

Sang kawan lalu bilang ini yang salah adalah si istri. Kenapa gak nelpon dulu atau kenapa gak tunggu saja. Well, apapun itu tidak lagi membantu bukan ? Karena kesempatan itu sudah LEWAT !

Dalam kehidupan sehari-hari, Kita mungkin tidak bisa mengendalikan setiap kondisi dan situasi, tapi kita bisa mengendalikan ‘reaksi’ kita terhadap kondisi dan situasi tersebut. Lucunya seringkali kita yang selalu ingin mengubah dunia. Seolah-olah hidup kita baru lebih bahagia setelah dunia setuju dengan cara kita, hidup kita baru terpuaskan bila dunia berjalan sesuai kehendak kita. Kita Ingin dunia berubah seperti kehendak kita. Alih-alih mendapatkan kedamaian, malah bertambah penderitaan.

Kepada si kawan, berkaitan dengan kejadian itu, Novita lalu menceritakan kembali sebuah kisah nyata yang terjadi di Vietnam ratusan tahun yang lalu. The temple to Truong’s wife is located on the side of the Hoang river, village of Vu dien, district Ly Nhan, province of Ha Nam . Bila anda sempat mengunjungi Negara itu, tanyalah kisah Istri Tuan Truong ini kepada warga setempat. Mereka tau persis kisahnya.

Adaseorang pria yang masih sangat muda, ia harus mengikuti wajib militer. Sehingga dia menjadi tentara dan pergi berperang. Dia harus meninggalkan istrinya yang sedang hamil, sendirian di rumah.
Mereka menangis cukup lama saat berpisah. Mereka tidak tahu apakah sang pria ini akan kembali dengan selamat, karena tidak ada yang tahu. Pergi berperang sangatlah beresiko. Bisa saja mati dalam beberapa minggu, beberapa bulan, atau mungkin juga terluka parah, jika beruntung, akan pulang selamat, pulang ke rumah, bertemu orang tua, istri dan anak-anakmu.

Pria muda tersebut cukup beruntung, dia selamat. Beberapa tahun kemudian dia dibebastugaskan. Istrinya sangat gembira mendengar kabar bahwa suaminya akan pulang. Dia pergi ke pintu gerbang desa untuk menyambut suaminya, dia ditemani anak laki-lakinya yang masih kecil. Anak kecil itu dilahirkan saat ayahnya masih bergabung dengan pasukan militer.

Pada saat mereka bertemu kembali, mereka menangis dan saling berpelukan, mereka menitikkan air mata kegembiraan. Mereka sangat bersyukur, pria muda tersebut selamat dan pulang ke rumah. Saat itu adalah saat pertama kalinya pria itu melihat anak laki-lakinya yang masih kecil

Berdasarkan tradisi, mereka harus membuat persembahan dialtar leluhur, untuk memberitahu para leluhur bahwa keluarga telah bersatu kembali. Pria itu meminta istrinya pergi ke pasar untuk membeli bunga, buah-buahan dan barang persembahan lain yang diperlukan untuk membuat persembahan di altar. Pria itu membawa anaknya pulang dan mencoba membujuk anaknya untuk memanggilnya ayah. Tapi anak tersebut menolak.

“Tuan, kamu bukanlah ayah saya. Ayah saya adalah orang lain. Dia selalu mengunjungi kami setiap malam, dan setiap kali ia datang, ibu saya akan berbicara dengannya lama sekali. Saat ibu duduk, ayah saya juga duduk, saat ibu tidur, dia juga tidur. Jadi, kamu bukanlah ayah saya.”

(Apa yang sedang bermain dikepalamu kawan ? Novita saat itu menghentikan cerita ini. Wah, istrinya pasti selingkuh ini. kata sikawan. Novita tersenyum, lalu dia melanjutkan ceritanya)

Ayah muda tersebut sangat sedih, sangat terluka. Dia membayangkan ada pria lain yang datang kerumahnya setiap malam dan menghabiskan waktu semalaman dengan istrinya. Semua kebahagiaan lenyap seketika. Ayah muda tersebut sangat menderita sehingga hatinya menjadi sebongkah es. Dia tidak dapat lagi tersenyum. Dia menjadi sangat pendiam.

Istrinya yang sedang berbelanja, tidak tahu sama sekali mengenai hal ini. Sehingga, sewaktu ia pulang ke rumah, ia sangat terkejut. Suaminya tidak mau menatap wajahnya lagi. Dia tidak mau berbicara, dia menjadi sangat dingin, seakan-akan memandang rendah istrinya. Wanita itu tidak mengerti, Mengapa? Sehingga sang istri mulai menderita. Menderita sangat mendalam.

Setelah persembahan selesai dibuat, wanita tersebut meletakkannya di altar. Suaminya menyalakan dupa, berdoa kepada para leluhur, membentangkan tikar, melakukan empat sujud dan memberitahukan bahwa ia sudah pulang ke rumah dengan selamat dan kembali ke keluarganya. Setelah selesai, Ia tidak mengizinkan istrinya melakukan hal serupa, karena ia berpikir istrinya tidak pantas menampakkan dirinya di depan altar para leluhur. Wanita muda itu kemudian merasa malu, “terhina” karena peristiwa itu, dan dia menderita lebih dalam lagi.

Menurut tradisi, selesai upacara, mereka harus membereskan persembahan dan harus duduk bersuka cita menikmati makanan dengan kegembiraan. Tetapi pria muda itu malah pergi keluar ke desa, menghabiskan waktunya di kedai arak. Lalu mabuk karena dia tidak dapat menanggung penderitaannya.
Ia tidak pulang ke rumah hingga larut malam. Dia mengulangi perbuatan itu hingga beberapa hari, tidak pernah bicara dengan istrinya, tidak pernah menatap istrinya, tidak pernah makan di rumah. Wanita muda tersebut sangat menderita dan ia tidak dapat menanggungnya.

Pada hari keempat, ia melompat ke sungai dan mati.

Karena istri telah meninggal, malam itu suami harus tetap tinggal dirumah untuk menjaga anak laki-lakinya yang masih kecil. Dia mencari lampu minyak tanah dan menyalakannya.

Saat lampunya menyala, tiba-tiba anak kecil itu berteriak :

“Ini dia Ayahku!”

Dia menunjuk bayangan ayahnya di dinding.

“Tuan, ayahku biasanya datang tiap malam dan ibu berbicara banyak dengannya, dia menangis di depannya, setiap kali ibu duduk, ayah juga duduk, setiap kali ibu tidur, ayah juga tidur.”

Jadi “ayah” yang dimaksudkan anak tersebut hanyalah bayangan ibunya. Ternyata, wanita itu biasanya berbicara dengan bayangannya setiap malam, karena dia sangat merindukan suaminya.

Suatu ketika anaknya bertanya kepada ibunya :”Setiap orang didesa memiliki ayah, kenapa aku tidak punya ?’’

Untuk menenangkan anaknya, sang ibu menunjuk bayangannya di dinding dan berkata :

“Ini dia ayahmu !” dan ia mulai berbicara dengan bayangannya.

“Suamiku sayang, kamu sudah pergi begitu lama. Bagaimana mungkin aku membesarkan anak kita sendirian ? Tolong, cepatlah pulang sayang.”
Itulah percakapan yang sering ia lakukan. Tentu saja saat ia duduk, bayangannya juga duduk. Sekarang ayah muda tersebut mengerti. Dia sadar akan kesalahannya, dia mulai menangis dan terus menangis, dia menjambak rambutnya, dia memukul dadanya. Tapi semua sudah terlambat, istrinya sudah mati.

Akhirnya semua penduduk desa belajar dari tragedy itu, mereka lalu mendoakan wanita malang itu dan mendirikan sebuah stupa untuk mengingatkan kepada setiap orang persepsi keliru dapat membuatmu menderita hebat.

***

Andai saja, ya..banyak sekali ‘andai’ dan ‘andai’. Tapi semua sudah terlambat.
Sesungguhnya, kita semua punya kemampuan merubah akhir skenario itu bila mau ‘berbicara’. Namun terkadang kemampuan ‘berbicara dan mendengarkan’ kita dikalahkan oleh HARGA DIRI yang begitu tinggi. HARGA DIRI mencegah anda menemui pasangan. Saat menderita, kita selalu yakin penderitaan ini disebabkan oleh orang lain. Kita lebih memilih menderita dengan memegang PERSEPSI KELIRU yang kita anggap benar.

Hmm…

So, Setiap saat kita merasakan sesuatu, kita perlu bertanya : “Apakah kamu yakin persepsi tersebut benar ? Apakah kamu yakin dengan persepsimu?’’

Periksa lagi.

Kami Tahu

Kami Tahu

Kami tahu, kalian para wanita sungguh sebenarnya menghargai usaha yang kami lakukan. dan yang kalian harus tau, kami selalu
bersungguh-sungguh untuk orang yang kami sayangi! hanya saja kami butuh kalian tersenyum ketika kami merasa lelah, hampir putus asa,
dan sungguh kami akan kembali mngerjakan itu untuk kalian. semua! hanya karena kalian…

dan ya! kami pun tahu. bahwa ketika kalian hanya diam dan meperlihatkan bahwa kalian bosan, kalian ingin kami tetap sabar. tapi kami
tidak mau terlihat tidak bisa mengerti kalian dengan mengajukan pertanyaan “jadi maunya gimana?”. kami akan diam sesaat, dan berpikir
apa yang bisa membuat senyum kalian kembali lagi? karena senyum kalian yang menghidupkan hidup kami, sungguh! semua hanya karena kalian.

Kami sebenarnya pun tahu. bahwa kalian senang jika kami menulis kata-kata romantis seperti di film2 korea yang kalian tonton. kalian
berangan-angan bahwa hal yang terjadi di film itu terjadi dalam kehidupan kalian? (*ya kan?). tapi justru karena kalian sering mengangan-angankan hal
itu, kami tidak melakukan itu untuk kalian, kami berpikir keras, memutar otak menyiapkan kejutan yang bahkan tidak terpikir di angan2 kalian, untuk melihat
kalian tersenyum, sungguh! semua hanya karena kalian..

Kami pun tau, kalian menerima kami di samping kalian bukan semata2 kami tampan. ketika kalian mengidolakan seseorang yang tampan maka kami akan
memasang tampang tidak peduli, dan mencoba mengalihkan pembicaraan, bukan kami tidak peduli, sebenarnya kami cukup muak dengan cara kalian menyanjung
lelaki yang bahkan mengenal kalian saja tidak, tapi kami harus menjadi pemimpin yang baik untuk kalian. dan menjadikan kami bersikap lebih bijaksana di
depan kalian. sungguh! semua itu hanya karena kalian..

Kami cukup mengerti bahwa kalian menghargai setiap usaha yang kami lakukan untuk membantu kalian mengerjakan tugas kalian, ketika kalian mengatakan
dalam kesulitan, sungguh kami akan berusaha sebisa kami untuk membantu kalian. dan ketika kami datang kerumah kalian dengan makanan, tanpa tugas yang
kalian butuhkan, artinya kami tidak mendapatkan apa yang kalian cari dan yang ada dipikiran kami saat itu hanyalah bahwa usaha terakhir yang dapat kami
lakukan hanya menemani kalian! hingga tugas itu selesai, meyakinkan bahwa kalian tidak lupa untuk mengisi perut kalian, kami sungguh khawatir pada k
esehatan kalian.. sungguh,semua itu hanya karena kalian..

Kami pun tau kalian menilai kami minus ketika tau kami merokok, dan ketika itu juga kami berusaha menghilangkan kebiasaan kami.
ketika kami tidak berhasil, maka kami akan berusaha menguranginya. menghilangkan kebiasaan itu sedikit demi sedikit. namun ketika
tidak berhasil juga maka kami tidak akan merokok di depan kalian. namun, ketika kalian trus menekan kami, maka dengan sangat terpaksa
kami akan berbohong pada kalian, walaupun kami tau hal itu salah, namun itu kami lakukan hanya untuk membuat kalian nyaman di samping
kami. sungguh, semua itu hanya karena kalian..

Kami tau, kalian kesal ketika kami mengacuhkan kalian hanya untuk bermain game bersama teman2 kami. tapi ketika itu, ketika ada sedikit waktu,
kami mencari handphone kami dan menanyakan kabar kalian, karena kami ingin mengetahui kabar kalian. dan tahukah kalian? sebelum kami bermain
game itu, kami membicarakan pasangan kami masing-masing, membanggakan bahwa kami memiliki pasangan terbaik di dunia! atau membicarakan masalah-masalah
yang timbul pada hubungan kami, dan masing-masing akan memberikan sarannya untuk menyelesaikan masalah kita, itu kami lakukan hanya karena kami ingin
mendengarkan pendapat orang yang dekat dengan kami mengenai keputusan yang akan kami buat. kadang memang kami mematikan handphone kami, namun ketika
kami mengetahui kalian menelpon atau membaca sms dari kalian, maka kami akan meletakkan game itu dan berlari ke pojok kamar menelepon kalian. tidak
peduli teman2 kami bersorak sorak menggoda kami, sungguh, semua itu hanya karena kalian..

Kami pun sadar, kami bukan bayi yang harus kalian ingatkan untuk sembahyang, atau makan. kadang kami akan bersikap tak peduli.
namun ketika kami membaca sms kalian atau mendengarkan suara kalian ketika mengingatkan kami untuk makan, maka pada saat itu kami
pasti tersenyum dan berterima kasih (walaupun tidak kami ucapkan), dan ketika kami membalas dengan kata-kata “iya, kamu juga ya..”,
maka kami benar2 tulus mengatakannya… sungguh, semua itu hanya karena kalian…

Ketika kami acuh pada kalian, maka pada saat yang sama kami sedang menyiapkan kejutan untuk kalian. dan ketika kami memberikan barang
milik kami pada kalian waktu mengantarkan kalian hingga pintu dan pamit pada orang tua kalian, maka kalian harus tau bahwa barang itu
adalah barang yang berharga untuk kami. (walaupun barang itu terlihat biasa untuk kalian) tolong tersenyumlah untuk kami, karena senyum
itu yang menghidupkan hidup kami! sungguh, semua itu hanya karena kalian..

Dan ketika kalian bersedih, lalu kami melakukan hal-hal konyol, melontarkan lelucon-lelucon yang mungkin tidak lucu. maka kami sungguh
tidak bermaksud memperkeruh suasana, kami ingin melihat kalian kembali tersenyum. hanya itu. dan ketika kalian melihat kami dengan pandangan
tidak suka, maka ketika itu kami sungguh merasa bersalah. jalan terakhir yang akan kami lakukan adalah meminta maaf. berharap itu dapat sedikit
mengurangi beban kalian. sungguh, semua itu hanya karena kalian..

Sejujurnya kami tidak menyukai pujaan hati kami menangis. sungguh itu membuat kami bingung setengah mati! maka tolong jangan salahkan kami,
ketika kami meminta kalian berhenti menangis. namun kami pasti akan mendengarkan apa yang kalian ucapkan dalam tangis kalian, dan percayalah,
kami akan tetap disamping kalian walaupun kalian menangis hingga tertidur di depan kami. maka, kami akan membawa kalian masuk kerumah dan pamit
pulang pada ayah ibu kalian. dan tunggulah, maka kami akan menelepon kalian keesokan harinya untuk menanyakan kabar kalian. atau datang ke rumah
membawakan coklat untuk melihat senyum kalian lagi. sungguh, itu hanya karena kalian..

Bagi kami, kalian tetap yang tercantik! ketika kalian bertanya mengenai berat badan kalian yang naik? atau baju kalian yang mulai tidak cukup?
maka dalam hati kami tertawa. namun yang keluar dari mulut kami hanya senyuman. kami akan berkata tidak, bukan untuk membohongi kalian, tapi
karena di mata kami kalian tetap paling indah!! karena kami sebenarnya tidak mencari malaikat yang tanpa cela, atau bidadari yang paling cantik
sedunia, kami mempunyai peri kecil yang selalu ada di samping kami. ya! itu adalah kalian.. mengertilah, sungguh, itu hanya karena kalian..

Ketika kalian berkata baik2 saja, maka kami akan tersenyum dan berkata, “ok, kalo ada apa2 bilang ya”. karena kami tidak ingin memaksa kalian
mengatakan sesuatu yang tidak ingin kalian katakan pada kami, dan tanpa kalian minta kami akan bertanya pada sahabat kalian apakah kalian benar2
baik2 saja? jika sahabat kalian tidak mau menceritakannya maka kami tidak akan mencari tau lagi. karena kami berharap kalian cukup mempercayai
kami untuk menceritakan semuanya.. bukan karena kami memaksa kalian, sungguh, itu semua hanya karena kalian….

Dan ketika kalian membutuhkan kami, yakinlah bahwa kami akan selalu ada untuk kalian. ketika kalian mengatakan “tidak usah” pun,
kami akan selalu ada di samping kalian. karena kalian adalah orang yang kami sayangi, percayalah..!! sungguh, semua ini hanya karena kalian..

Jika kami sudah memilih kalian, maka yakinlah, kalian adalah peri kecil kami…

Catatan

Catatan
Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan. Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, “Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan” katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. “Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia…..” Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama.

Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing2. Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. “Aku akan mulai duluan ya”, kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman… Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir….. “Maaf, apakah aku harus berhenti ?” tanyanya. “Oh tidak, lanjutkan…” jawab suaminya. Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia. “Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu”.

Dengan suara perlahan suaminya berkata “Aku tidak mencatat sesuatupun dikertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang…. ” Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya, bahwa suaminya menerimanya apa adanya… Ia menunduk dan menangis…..

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakiti jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah disekeliling kita ? Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.

Kisah Sepotong Kue

KISAH SEPOTONG KUE

Suatu malam seorang wanita sedang menunggu di bandara.
Masih ada beberapa jam sebelum jadwal keberangkatannya tiba.
Untuk menghabiskan waktu, ia membeli buku dan sekantong kue
di toko bandara lalu menemukan tempat duduk untuk duduk.
Sambil duduk, wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya.

Dalam keasyikan, ia melihat lelaki di sebelahnya dengan begitu berani
mengambil satu atau dua dari kue yang berada di antara mereka.
Wanita tsb mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.
Ia membaca, mengunyah kue, dan melihat jam.
Sementara Si Pencuri kue yang pemberani menghabiskan persediaannya.
Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu

Wanita itu pun sempat berfikir : “Kalo aku bukan orang baik sudah kutonjok
dia!”
Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki juga mengambil satu.
Ketika hanya satu kue yang tersisa,
ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu.
Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup,
Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya.
Si lelaki menawarkan separuh miliknya sementara ia makan yang separuhnya
lagi.
Si wanita pun merebut kue itu dan berfikir :
“Ya Tuhan, orang berani sekali, dan ia juga kasar,
malah ia tidak kelihatan berterima kasih.”
Belum pernah rasanya ia begitu kesal.
Ia menghela nafas lega saat penerbangannya diumumkan.

Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang.
Menolak untuk menoleh pada si ‘pencuri tak tahu terima kasih’.
Ia naik pesawat dan duduk di kursinya,
lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya.
Saat ia merogoh tasnya, ia menahan nafas dengan kaget.
Di situ ada kantong kuenya, di depan matanya !
“Kok milikku ada di sini!” Erangnya dengan patah hati.
Jadi kue tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi.
Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih.
Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih.
Dan dialah pencuri kue itu !
***

Dalam hidup ini, kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi.
Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri
serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.

ORANG LAINLAH yang selalu salah
ORANG LAINLAH yang patut disingkirkan
ORANG LAINLAH yang tak tahu diri
ORANG LAINLAH yang berdosa
ORANG LAINLAH yang selalu bikin masalah
ORANG LAINLAH yang pantas diberi pelajaran

Padahal……
KITA SENDIRI yang mencuri kue tadi
KITA SENDIRI yang tak tahu terima kasih

Kita sering mempengaruhi, mengomentari,
mencemooh pendapat, penilaian dan gagasan orang lain.
Sementara sebetulnya kita TIDAK TAHU BETUL PERMASALAHANNYA……

4L4Y

ggak ada angin gak ada ujan
tiba tiba di Hpnya si B muncul sms dr nomer yang gak dikenal….

A = Alluw kag! Leh knal? Ap kBrx?

B = Wa’alaikumsalam Warohmatullahi Wabarokatuh. ..
Dengan hormat, sampainya pesan ini, saya akan memberitahukan bahwa kabar saya baik-baik saja….
Maaf beribu-ribu maaf, Ini gerangan nomer siapa ya?
Kok acap kali sms nomernya ga ke save ya? (bales sepanjang mungkin)

A = Owh ea muuph lupa ng@s1h s4L4m,,,, Ini EnDoet LuThuwna EmbeM C@ianK
Cmu@na. Inged gag kag? Eh, kug blzna pjg bgd ch? Gi ng4ps?

B = Yaiyalah panjang…. Lagian ga dibayar perhurup inih! Gw lagi mabok
nerjemahin kata2 lo nih. Keypadnya ilang2an ya? Oh elo…. Eh, siapa tadi?
Tembem semua? Perasaan temen-temen gw kalopun ada yang tembem paling
sebagian dipipi doang. Ga sampe seluruh badan dah.

A = Huft …Plz dund…bkn t3mb3m cmu4, tp emb3m c@iank cMuana. W AD
klaz xmp lw dlu. J4h@d bgd d3ch……fufufuuu :
B = Yeeee mana gw apal. Adek kelas gw kan ada banyak. Bayangin misal
sekelas ada 25 murid cewe. Dikali 9 kelas. Nah, itung ndiri dah tuh ada
berapa! Itu belom dari sekolah2 laen. Mereka kan gw anggep adek kelas gw
semua walopun mereka ga nganggep gw. Coba? Masa iya gw apalin atu2. Lu
kira gw petugas sensus! Eh itu sebenernya huruf “a” mau lo ganti apa sih?
Jadi angka 4 apa a keong (@)? Satu aja ribet apalagi dua gw bacanya.
Plin-plan lo ah

A = Ea muuph kag…. Abzn udh kbi@s44n kag. Jng mrh dund… hix… hix…
Oh ea y.. Kn ad bnyk ea… muv dh muv.. Eh kag, w inged loh qt dlu prNh
kut xkul PeNcak sLt bReng jG.

B= Jorok lo ah

A = Pencak SILAT kak!!!

B = Ooohhh…. Nah itu bisa nulis bener

A = Tp w kluwar paz 5aBuk quNink. Gag kwt. Uji4nna bRad bGd

B = Gw ga pernah ikut pencak silat. Gw ikut cheers. Yang dipaling atas
formasi piramida kan gw. Lagi pula kalo gw ikut pencak silat, sabuknya ga
muat.
A = Iyh yng bn3r kag? Bc4nd@ aj dh wkwkwkwkwkwkwkwkwk! !!

B = Etdah lo ketawanya serem amat kayak burung gagak.

A = Eh kag BTW n0m3r hpx kog ckep amad ch? Ky orangx

B = Nama gw bukan betawi.

A = Mksd w by the way

B = Kenapa emang JALANnya?

A = OMONG-OMONG! !!!

B = Oh… ga tau nih.. Beruntung aja dapet nomer bgini

A = Dpt dri m4n4 kag?

B = Hadiah es orson. Penting amat

A = Kag kuq fesbukx lum d k0nfr1m?

B = Confirm! Bukan Kon-frim! Oh yang foto profilnya dari atas sambil
manyun2 itu lo ya? Gw kira fanpage-nya Suneo. Belom-belom. Ntar deh kalo
angle foto lo udah bener. Eh, unyeng2 lo ada 5 ya? Ampe keliatan. Banyak
amat. Situ pake ekstensen unyeng2?

A = Iyh ka2g bC@nd4 aj@ dh. 1tukan age ngetrend kag futu dri @ta5. Mak1n
gaG kli4t@n mukax, makin keyenz!
B = Yaiyalah. Gimana mau keren kalo muka lo keliatan. Coba dong
sekali-sekali foto profilnya diganti pake fotokopi. Burem, perkecil,
bolak-balik. gitu.

A = Mangx uj14n!

B = Biar ga keliatan muke lu. Katanya makin ga keliatan makin kerennn…
Gw yakin asli lo ga sebagus di foto kan? Nih udah gw confirm. Eh, itu
foto2 lo banyak banget yang jari tangan angka satu dimulut. Lagi ngelonin
orok sapa lo? ya ampun.. Lo ga juling foto dari atas semua?

A = Gag. Udh b1aza k0g. Eh, kag mang gi onlen ea? Onlen d kul ap dihumz?

B = Eh kalo bahasa alaynya onlen di WC SPBU apaan? Salah semua tuh
option lo

A = Ih… kakak joyokkkk…

B = Kadir ga diajak?

A = Itu Doyok kaaaggg…. Yah, w lgi gaG onlen niyh kag. Cb klo qt smÃ2
onlen, kn bs chat b4r3ng

B = Kita? Lo aja kali ama kawan2 lo. Lagian yang minta lo biar onlen
sapeh?!

A = Hix..Hix…Jahad.  Kag kug lum bubu siyh? Kn udh mlm. Mang lum
ngantug ea?

B = Gw ga pernah ikut MLM deh

A = Malem Kag maksudx….

B = Udah gede ini. Lagian sembari ngelembur ngerjain tugas nih.

A= Cemangadh!

B = Hdagnamec

A = Paan tuch Kag???

B = Tulisan lo gw balik. Bingung gw nanggepin bahasa lo. Eh tulisan lo
bisa di normalin dikit ga? Sedikiiit aja demi gw
A = Oh ea deh kag..

B = Eh, ko gw baca status-status lo semuanya ngambil dari lirik-lirik lagu
ya??? Keabisan ide lo? Mana udah di Like-in sendiri, trus ga ada yang
comment pula.

A = Eaaa… Abisan w suka bgd kag sm lgu it. Co cweet bgd dech. It jga da
lgu knangan sm mantan w dlu

B = (Emang gw pikirin).

A = Ohiya kag! Bsk lusa jm 9 pgi d salah satu stasiun tv. nntn w ya!

B = Itu kan acara live musik itu kan?! Yang penontonnya satu panggung sama
artis/bandnya. Trus sambil nari2 kompak banget dibelakangnya. Lo jadi
artis toh sekarang? Grup band lo apa namanya? Salut gw. Pasti lo jadi
vokalisnya ya? Apa lo soloist?

\A = Bukan kag, gw jadi penontonx.

B = Huh?!!!!!!! (Keselek)

A = Ea, yng pnting msk tv kag! Gw ma rombongan udh nyiapin tarianx lho
kag. Biar kompak nnti narix. Nama tarianx Ngucek-Jemur- Ngucek-Jemur.  Tau
dund kag ky gmana. Gag ngaruh deh mw bandx apa aliranx apa.

B = Trus kalo bandnya metal gimana??? Masa lo mau tetep joget
Ngucek-Jemur?

A = Ya gag ap kag. Lgan band metal mah gag mgkin d hadirin kag. Kyk ga tau
aja kag..

B = Yaudah deh, selamat joget ya. Kakak mo tidur dulu. Oia, besok lusa,
pagi2 kakak ga bisa nonton situ joget Ngucek-Jemur. Soalnya kakak sibuk
mau bikin anyam2an sedotan. Babay!

A = Bye… Met bubu kag. Eh kag, ntr jm2 bolax pa?

B = Hah?! Lo suka nonton bola pagi2 juga?
A = Yaelah bgadang nntn bola wajar x kag

B = Lo cowo apa cewe sih?!

A = Cow. Mang np?

B = Lah itu foto2 difesbuk?!

A = Itu mantan w kag. Fto w d album Juzt Me

B = ………… ……… ……… …….

A = Kag?

B = Eh iya sori. Udahan dulu ya. Gw baru ngeliat UFO nih. Bye!

===

Surat Cinta

Kepada Yth.
Neng Geulis Panutan Akang,

Dengan hormat,
Saya sangat gembira memberitahukan Anda bahwa saya telah jatuh cinta kepada Anda terhitung tanggal 5 Maret lalu. Berdasarkan rapat keluarga kami yang diadakan pada tanggal 20 Maret pukul 19.00 WIB, saya berketetapan hati untuk menawarkan diri sebagai kekasih Anda yang prospektif. Hubungan cinta kita akan menjalani masa percobaan minimal tiga bulan sebelum memasuki tahap permanen. Tentu saja, setelah masa percobaan usai, akan diadakan terlebih dahulu on the job training secara intensif dan berkelanjutan. Dan kemudian, setiap 3 bulan selanjutnya akan diadakan juga evaluasi performa kerja yang bisa menuju kepada pemberian kenaikan status dari kekasih menjadi pasangan hidup. Biaya yang dikeluarkan untuk ke rumah makan dan shoping akan dibagi dua sama rata antara kedua belah pihak. Selanjutnya, didasarkan pada performa dan kinerja Anda, tidak tertutup kemungkinan bahwa saya akan menanggung bagian yang lebih besar dari pengeluaran total. Akan tetapi, saya cukup bijaksana dan mampu menilai, jumlah dan bentuk pengeluaran yang akan Anda keluarkan nantinya. Saya dengan segala kerendahan hati meminta Anda untuk menjawab penawaran ini dalam waktu 30 hari terhitung tanggal penerimaan surat. Lewat dari tanggal tersebut, penawaran ini akan dibatalkan tanpa pemberitahuan lebih lanjut dan tentu saja, saya akan beralih dan mempertimbangkan kandidat lain.
Saya akan sangat berterima kasih apabila Anda berkenan untuk meneruskan surat ini kepada adik perempuan atau sepupu Anda, apabila Anda menolak penawaran ini. Demikian penawaran yang dapat saya ajukan dan sebelumnya terima kasih atas perhatiannya.

Hormat Saya,
Abangmu yang Tersayang.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.